Mobil Mewah Tak Cukup Hanya Diimbau Tak Pakai Premium

Mobil Mewah Tak Cukup Hanya Diimbau Tak Pakai Premium

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 11 Apr 2012 12:57 WIB
Mobil Mewah Tak Cukup Hanya Diimbau Tak Pakai Premium
Jakarta -

Pemerintah akhirnya bakal mengeluarkan aturan pembatasan konsumsi BBM subsidi dengan melarang mobil dengan kapasitas mesin tertentu membeli bensin premium. Mobil mewah tak cukup cuma dengan imbauan saja.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Migas Evita Herawati Legowo usai membuka forum Deep Offshore di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (11/4/2012).

"Makanya nanti kita lihat yang mana tidak boleh beli premium. Apalagi mengenai mobil mewah itu, selama inikan kami hanya mengimbau, tapi imbauan kami tidak baru-baru ini saja, tapi sejak tahun lalu. Tapi ya ternyata hasilnya tidak terlalu signifikan," tegas Evita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, di April akan keluar aturan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi dengan melarang mobil cc tertentu membeli bensin subsidi yang berlaku mulai Mei 2012 di Jawa-Bali.

"Aturannya sudah disiapkan dan sudah ada opsi-opsi yang akan dipilih untuk melakukan pengendalian, kita sebutnya pengendalian BBM bersubsidi bukan pembatasan dan kemungkinan keluar pada April 2012 dan berlaku efektif pada Mei 2012," kata Evita.

Dikatakan Evita, pengendalian BBM bersubsidi akan diberlakukan secara bertahap. Untuk tahap awal diberlakukan untuk daerah Jawa-Bali terlebih dahulu dan itu juga tergantung kesiapan infrastrukturnya.

Tahap awal Jabodetabek? "Tidak Jawa-Bali, tapi masih tergantung kesiapan infrastrukturnya, dan akan berlaku efektif pada Mei 2012," ungkapnya.

Salah satu yang sedang dipilih opsinya adalah pengendalian berdasarkan cc. "Itu salah satu opsi yang akan dipilih berdasarkan cc, jadi cc tertentu wajib pakai BBM bersubsidi," ucapnya.

"Baru premium dulu, solar tidak. Yang jelas tujuan pengendalian ini agar kita dapat menjaga kuota BBM bersubsidi yakni sebesar 40 juta KL, kalau tidak segera dilakukan kuota BBM jebol dan bisa tembus 46-47 juta KL," tukas Evita.

(dnl/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads