"Total saat ini sedang sakit, ada beberapa masalah sehingga rencana produksi gas 2.020 mmcfd seperti dalam WPNB (working program and budgeting), saat ini hanya 1.800 mmcfd," kata Direktur Pengendalian Produksi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Rudi Rubiandini saat ditemui di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (11/4/2012).
Dikatakan Rudi, penurunan produksi gas ini dikarenakan ada masalah di subservice disisi Nubi. "Tidak hanya itu Total juga sedang mendapat masalah di transportasi dan koneksi peralatan serta turn around, sehingga produksinya saat ini hanya 1.800 mmcfd," ungkap Rudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasalnya jika sampai akhir tahun tidak selesai, Total bisa kehilangan opportunity 18-20 kargo. Dan ini bukan hal kecil, makanya kami sangat mendukung Total untuk menyelesaikan subsurface problems di sisi Nubi," tandas Rudi.
Seperti diketahui Total beroperasi di wilayah Blok Lepas Pantai Mahakam di Kalimantan Timur, kontribusi 30% dari produk gas Indonesia. Produksi Total pada 2010 adalah sekitar 2,5 mmcfd dan memasok 83% kebutuhan gas kilang LNG Bontang dan 93 ribu barel minyak dan konsendat per hari. Pada 2012 sekitar 30% produksi gas dari Blok Mahakam akan dipasok untuk pasar domestik.
(rrd/hen)











































