Direktur Pengendalian Operasi BP Migas, Rudi Rubiandini mengatakan, cadangan minyak Indonesia saat ini hanya 3,9 miliar barel. Kalau tidak ada langkah ekplorasi, maka 12 tahun ke depan Indonesia tidak punya minyak.
"Kalau tidak ada ekplorasi atau pencarian minyak ya minyak kita habis 12 tahun lagi, nol," kata Rudi ketika ditemui di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (11/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satunya alam yang jadi hambatan, ngebor sana sini tapi tidak muncul minyaknya sering terjadi dan biaya untuk mengobor satu sumur saja sangat besar. Ada lagi hambatan seperti pembebasan lahan, karena aset umum seperti untuk jalan tanahnya tidak bisa dilepas, perizinan di Pemda yang tidak keluar-keluar, belum lagi banyak kontraktor itu sendiri ternyata tidak andal, dari waktu yang diberikan selama 6 tahun seharusnya bisa ngebor 6 sumur tetapi baru 1-2 sumur yang baru dibor," ungkap Rudi.
Tentunya kalau hambatan-hambatan ini tidak segera diatasi, tentunya ini merupakan ancaman yang serius karena cadangan minyak terus berkurang tiap harinya karena dikuras tiap hari.
"Memang idealnya setiap 1 barel produksi ditemukan 1 barel cadangan minyak juga. Tapi tahun lalu 1 barel produksi yang ditemukan hanya 61% saja dari 1 barel yang harusnya ditemukan, bahkan dua tahun lalu hanya 41% saja," tukas Rudi.
(rrd/dnl)











































