PLTB Baturaden Rp 7,9 Triliun Rampung 2017

PLTB Baturaden Rp 7,9 Triliun Rampung 2017

Arbi Anugrah - detikFinance
Rabu, 11 Apr 2012 15:55 WIB
PLTB Baturaden Rp 7,9 Triliun Rampung 2017
Jakarta - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturaden dipastikan akan segera terealisasi. Mulai 2017 energi listrik dari hasil eksploitasi tenaga panas bumi di lereng Gunung Slamet tersebut akan mulai diproduksi dan dijual oleh PT Sejahtera Alam Energy (SAE) selaku pemenang lelang pengembangan Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Panas Bumi Baturaden.

Dengan estimasi biaya pengembangan seluruhnya mencapai US$ 880 juta (Rp 7,9 triliun) atau US$ 4 juta/MW. Total kapasitas produksi yang mencapai 220 megawatt (MW) ini akan terbagi dalam 3 tahap.

"Produksi tahun pertama (2017) ditarget sebesar 110 MW. Tahap kedua (2019) sebesar 77 MW, dan ketiga (2021) sebesar 44 MW," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Banyumas, Anton Adi Wahyono, dalam surat elektronik yang diterima detikFinance, Rabu (11/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, proses pengembangan panas bumi daerah Baturaden telah memasuki tahap eksplorasi. Setelah penyelidikan umum yang dilakukan sesuai jadwal yakni selama 2 tahun pada April 2009 hingga April 2011, tahap selanjutnya eksplorasi, termasuk di dalamnya pengeboran-pengeboran awal.

"Setelah selesai masa eksplorasi, tahap selanjutnya adalah Studi Kelayakan, baru kemudian tahap eksploitasi," jelasnya.

Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Panas Bumi Baturraden total seluas 24.660 hektar, meliputi wilayah Kabupaten Banyumas (seluas 15.490 ha), Brebes (3.052 ha), Tegal (874 ha), Pemalang (2.345 ha), dan Purbalinga (2.900 ha). Dari jumlah itu, hampir 90 persen lahan adalah kawasan hutang lindung.

"Meski hampir 90 persen lokasi ekspolrasi berupa lahan hutan lindung, namun, tidak semua lahan akan dibabat. Total luasan yang dibutuhkan untuk pengembangan panas bumi berikut pembangunan infrastrukturnya hanya 137,5 hektar," ungkapnya.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan panas bumi terbesar di dunia, namun pemanfaatannya masih rendah. Hingga kini Indonesia baru memanfaatkan sekitar 1.198 megawatt atau sekitar 4% dari potensi panas bumi nasional yang mencapai 27.000 megawatt. Proyek PLTPB Baturaden diharapkan akan menjadi salah satu sumber pemenuhan energi daerah, bahkan penyokong pemenuhan energi nasional bisa segera direalisasikan.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads