Harga Pertamax di Kaltim Capai Rp 10.650-Rp 11.550 per Liter

Harga Pertamax di Kaltim Capai Rp 10.650-Rp 11.550 per Liter

- detikFinance
Rabu, 11 Apr 2012 19:47 WIB
Harga Pertamax di Kaltim Capai Rp 10.650-Rp 11.550 per Liter
Samarinda - Harga BBM jenis pertamax di Jakarta dijual Rp 10.200/liter. Di Kaltim, pertamax dijual Rp 10.650 hingga Rp11.550/liter, mengacu kondisi geografis. Meski begitu, Pertamina pede mampu merealisasikan target penjualan 29.600 kiloliter (KL) pertamax hingga akhir tahun ini.

"Kita tetap optimistis, target itu tercapai dengan semua daya dan upaya," kata Asisten Manager External Relation Pertamina Fuel Retail Marketing Regional Kalimantan Pertamina, Bambang Irianto kepada detikFinance, Rabu (11/04/2012).

Menurut Bambang, upaya yang dilakukan antara lain, memperbanyak lokasi penjualan pertamax di seluruh SPBU di Kaltim, sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan pertamax untuk bahan bakar kendaraannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masyarakat akan lebih mudah mendapatkan pertamax. Kalau BBM subsidi (bensin premium yang dijual Rp 4.500/liter) habis, bisa beli pertamax," ujar Bambang.

Percaya diri Pertamina untuk menjual pertamax, misalnya terlihat di Kabupaten Berau, yang berada di wilayah utara provinsi Kaltim. Masyarakat setempat, sambung Bambang, tidak mempersoalkan kenaikan harga pertamax.

"Contohnya, masyarakat (Kabupaten Berau), tidak keberatan. Karena kalau dapatkan bensin premium di pengecer, juga dengan harga Rp 10.000/liter," klaim Bambang.

"Kalau mendapatkan pertamax di SPBU, tentu dengan kualitas lebih yang terjamin dibanding dengan bensin eceran. Makanya, masyarakat memilih pertamax. Tapi memang, konsumsi pertamax terbesar masih di 2 kota, Balikpapan dan Samarinda," sebut Bambang.

Pertamina yakin bisa menjual Pertamax di Kaltim, karena juga didasari adanya kebijakan yang akan dilakukan pemerintah pusat dan yang telah dilakukan sejumlah pemerintahan di daerah.

"Pemkot dan Pemkab, kita dorong untuk melakukan penghematan bensin premium dan mobil dinas, menggunakan pertamax. Kebijakan itu, diantaranya sudah direalisasikan oleh Pemkot Tarakan, Pemkab Bulungan, dan Pemkot Samarinda," terang Bambang.

"Dengan memperbanyak outlet-outlet penjualan pertamax dan regulasi pemerintah, sekali lagi kita optimistis target penjualan pertamax di Kaltim tercapai hingga akhir tahun ini," tambahnya.

Bambang juga merinci, realisasi penjualan premium dan solar di Kaltim dalam 3 bulan pertama medio 2011 dan 2012. Tahun 2011, bulan Januari bensin premium terjual 45.532 KL dan 19.161 KL solar. Sedangkan Februari realisasi hanya mencapai 41.985 KL premium dan 18.845 KL solar. Di Maret terjual 45.226 KL premium dan 20.213 KL solar.

Sedangkan tahun ini, di Januari terjual 50.139 KL premium dan 22.226 KL solar. Di Februari terealisasi 48.044 KL premium dan 21.522 KL solar. Sedangkan di Maret lalu, terealisasi penjualan 50.188 KL dan 21.956 KL.

Untuk pertamax, Januari 2012 lalu, terjual 1.422 KL. Menyusul Februari dan Maret 2012, masing-masing terealisasi 1.347 KL dan 2.101 KL.

"Memang penjualan Pertamax di Maret lalu, mengalami kenaikan karena terkait rencana kenaikan harga premium dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000/liter," ungkap Bambang.

Bambang juga menjelaskan, harga jual pertamax di Kaltim termurah berada di kota Balikpapan dengan harga Rp 10.650/liter. Di kota Samarinda dijual Rp 10.750/liter, kota Bontang Rp 10.850/liter, Kabupaten Kutai Barat Rp 11.150/liter, Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Malinau Rp 11.250/liter. Harga tertinggi, berada di Kabupaten Nunukan yang berada di paling utara Kaltim dengan harga Rp 11.550/liter.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads