BP Migas: Bohong PLN Kesulitan Pasokan Gas, Malah Keselek Gas!

BP Migas: Bohong PLN Kesulitan Pasokan Gas, Malah Keselek Gas!

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 12 Apr 2012 10:16 WIB
BP Migas: Bohong PLN Kesulitan Pasokan Gas, Malah Keselek Gas!
Jakarta -

Alasan PT PLN (persero) meminta tambahan subsidi listrik Rp 40 triliun karena terjadinya inefisiensi, namun hanya dikabulkan DPR Rp 24,52 triliun salah satunya karena sulitnya PLN mendapat pasokan gas untuk pembangkit listriknya sehingga terpaksa menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM), ternyata bohong!

"Tidak benar, mereka (PLN) malah keselek (kebanyakan) gas, bohong mereka kalau kesulitan gas," tegas Direktur Pengendalian Produksi, Badan Pelaksanan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Rudi Rubiandini ketika berbincang dengan detikFinance, Kamis (12/4/2012).

Dikatakan Rudi, bahkan kalau PLN minta hari ini pun BP Migas bisa sediakan."Gasnya ada, kalau mau minta hari ini pun (PLN) ada, bahkan untuk Bahan Bakar Gas (BBG) sekalipun pasokan gasnya ada," yakin Rudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi kenapa PLN beralasan kalau kesulitan gas sehingga terjadi inefisiensi dan memaksa PLN meminta tambahan subsidi?

"Mereka kesulitan gas karena salah mereka sendiri, kenapa pembangunan pipanisasi, bangun engine telat, sementara pembangunan kesiapan gas sudah selesai tapi tidak bisa disalurkan. Dan pembangunan pipanisasi bukan urusan saya (BP Migas)," ungkap Rudi.

Bahkan Rudi mencontohkan, seperti di Jawa Timur Juni 2012 nanti Battery SB masuk akan ada 300 MMscfd dan Thailand dapatnya 130 MMscfd namun dibalikin 50 MMscfd ke ESDM dengan kata bahasanya untuk BBG atau apalah itu.

"Dan kata siapa pasokan gas kita tidak ada, banyak, dari total produksi gas Indonesia tiap hari sebesar 8.732 MMscfd atau rata-rata Maret 2012 sebesar 8.813 MMscfd hanya dipakai di dalam negeri sebagian kecil," tandas Rudi.

Sebelumnya berkali-kali dalam pembahasan RAPBN-P 2012, PLN berdalih permintaan penambahan subsidi listrik salah satunya dikarenakan berkurangnya pasokan gas yang diterima dan harus diganti dengan BBM.

(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads