Dapat Tambahan Gas di Teluk Jakarta, PLN Makin Irit

Laporan dari Singapura

Dapat Tambahan Gas di Teluk Jakarta, PLN Makin Irit

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 12 Apr 2012 17:43 WIB
Dapat Tambahan Gas di Teluk Jakarta, PLN Makin Irit
Singapura - PT PLN (Persero) mulai Mei 2012 bakal mendapat tambahan gas sebanyak 200 MMSCFD atau 1,5 juta ton LNG per tahun di Teluk Jakarta dari PT Nusantara Regas. Ini membuat PLN bakal makin irit.

Menurut Direktur Utama Nusantara Regas Hendra Jaya, PLN bisa menghemat US$ 9 per mmbtu dengan beroperasinya fasilitas penampung dan regasifikasi LNG terapung atau Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat milik Nusantara Regas.

FSRU Jawa Barat ini akan memasok gas ke PLTGU Muara Karang dan PLTGU Tanjung Priok, suplai gas adalah pengganti energi fosil yang biasa menghidupkan Muara Karang dan Tanjung Priok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Adanya FSRU, menghentikan penggunaan solar di Muara Karang dan Tanjung Priok," kata Hendra di Jurong Shipyard, Singapura (12/4/2012).

"Penghematan bisa dihitung dari perbandingan harga solar dan gas. Dalam satuan standar industri dalam bbtu, harga BBM dengan asumsi harga minyak US$ 100 per barel, BBM harganya US$ 24 per mmbtu. Sedangkan gas sekitar US$ 15 per mmbtu. Akan ada penghematan sekitar US$ 9 dolar per mmbtu," jelas Hendra.

Ia menerangkan, FSRU Jawa Barat diperkirakan akan sampai di Teluk Jakarta pada 20 April 2012. Suplai gas baru akan efektif di dapat PLN pada akhir Mei 2012.

"Kita setelah sampai Teluk Jakarta perlu cooling down & commissioning. Akhir bulan Mei, itupun belum 200 MMSCFD. Atau 60 MMSCFD dulu," paparnya.

Menurutnya, proses pembangunan FSRU Jawa Barat relatif singkat. "Ini program fast track, karena kurang dua tahun sejak ditandatanganinya investasi FSRU. Ini tidak sekadar siapnya FSRU, tetapi juga kesediaannya pipa yang menghubungkan FSRU dengan Muara Karang," tegasnya.

"Untuk pengadaan atau pembangunan FSRU terminal, ini termasuk cepat 1,5 tahun. Ketimbang pengalaman perusahaan yang sama yang menyediakan jasa FSRU. Di Brasil ada dua, dan Dubai itu lebih dari 2 tahun baru bisa menyelesaikan," imbuh Hendra.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads