Menurut Direktur Utama Nusantara Regas Hendra Jaya, PLN bisa menghemat US$ 9 per mmbtu dengan beroperasinya fasilitas penampung dan regasifikasi LNG terapung atau Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat milik Nusantara Regas.
FSRU Jawa Barat ini akan memasok gas ke PLTGU Muara Karang dan PLTGU Tanjung Priok, suplai gas adalah pengganti energi fosil yang biasa menghidupkan Muara Karang dan Tanjung Priok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penghematan bisa dihitung dari perbandingan harga solar dan gas. Dalam satuan standar industri dalam bbtu, harga BBM dengan asumsi harga minyak US$ 100 per barel, BBM harganya US$ 24 per mmbtu. Sedangkan gas sekitar US$ 15 per mmbtu. Akan ada penghematan sekitar US$ 9 dolar per mmbtu," jelas Hendra.
Ia menerangkan, FSRU Jawa Barat diperkirakan akan sampai di Teluk Jakarta pada 20 April 2012. Suplai gas baru akan efektif di dapat PLN pada akhir Mei 2012.
"Kita setelah sampai Teluk Jakarta perlu cooling down & commissioning. Akhir bulan Mei, itupun belum 200 MMSCFD. Atau 60 MMSCFD dulu," paparnya.
Menurutnya, proses pembangunan FSRU Jawa Barat relatif singkat. "Ini program fast track, karena kurang dua tahun sejak ditandatanganinya investasi FSRU. Ini tidak sekadar siapnya FSRU, tetapi juga kesediaannya pipa yang menghubungkan FSRU dengan Muara Karang," tegasnya.
"Untuk pengadaan atau pembangunan FSRU terminal, ini termasuk cepat 1,5 tahun. Ketimbang pengalaman perusahaan yang sama yang menyediakan jasa FSRU. Di Brasil ada dua, dan Dubai itu lebih dari 2 tahun baru bisa menyelesaikan," imbuh Hendra.
(wep/dnl)











































