MS Hidayat: Mobil yang Dibuat Setelah 2008 Didesain Pakai Pertamax

MS Hidayat: Mobil yang Dibuat Setelah 2008 Didesain Pakai Pertamax

- detikFinance
Jumat, 13 Apr 2012 09:54 WIB
MS Hidayat: Mobil yang Dibuat Setelah 2008 Didesain Pakai Pertamax
Jakarta - Rencana pemerintah hanya mengizinkan penggunaan BBM bersubsidi untuk mobil-mobil di bawah 1.300 cc membawa konsekuensi banyak kendaraan roda empat yang beredar dipastikan tak bisa membeli BBM Premium.

Aturan semacam ini memberikan konsekuensi logis terhadap pertimbangan teknis umur kendaraan yang beredar untuk memakai BBM non subsidi. Sehingga tanpa peraturan ini pun kendaraan-kendaraan baru yang umumnya memiliki mesin di atas 1300 cc sudah sepantasnya tak lagi memakai BBM Premium.

"Pada dasarnya engine mobil yang dibuat setelah tahun 2008 di Indonesia telah didesain untuk BBM dengan RON 91 keatas (setara Pertamax atau Pertamax Plus)," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat kepada detikFinance, Jumat (13/4/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai menteri yang membawahi hal teknis khususnya dibidang industri, menurut Hidayat adanya pembatasan BBM bersubsidi justru akan membantu masyarakat mampu yang memiliki mobil-mobil baru untuk disiplin menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi kendaraannya.

"Pembatasan premium ini justru akan mengembalikan kinerja dan efisiensi engine karena dioperasikan dengan BBM yang sesuai desain engine," katanya.

Ia pun optimistis, pembatasan mobil dengan kapasitas mesin 1300 cc ke atas yang memakai BBM premium tak akan berpengaruh pada pertumbuhan sektor industri otomotif di Indonesia.

"Dilihat dari sudut produksi dan demand relatif tidak terlalu terpengaruh," katanya.

Sebelumnya BPH Migas telah membocorkan rencana pemerintah terkait kebijakan pengendalian BBM subsidi dengan pola pembatasan kendaraan berdasarkan kapasitas mesin. Setelah sebelumnya diwacanakan mobil-mobil 1500 cc ke atas dibatasi, kini direncanakan justru mobil-mobil dengan mesin 1300 cc juga kena aturan yang bakal efektif Mei 2012 ini.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads