"Harus segera dan aturannya jelas sehingga tidak terjadi permainan-permainan di lapangan," kata pemilik Bosowa Grup Erwin Aksa yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) kepada detikFinance, Jumat (13/4/2012)
Bagi Erwin sebagai pengusaha, aturan pembatasan kendaraan berdasarkan kapasitas mesin dengan cc tertentu harus lah jelas dan tegas dalam implementasinya. Menurutnya pembatasan harus berhasil, sebab jika gagal konsekuensinya beban negara semakin berat menanggung subsidi BBM yang semakin bengkak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Erwin, dunia usaha punya kepentingan terhadap keberhasilan program pembatasan ini. Menurutnya jika subsidi BBM bisa dikendalikan maka pemerintah punya keleluasaan terhadap anggaran untuk difokuskan pada anggaran infrastruktur yang bisa menopang dunia usaha.
"Saya kira bagi pengusaha, pemerintah harus memiliki kekuatan belanja untuk infrastruktur yang cukup besar sehingga efisiensi dan penyerapan tenaga kerja meningkat," katanya.
Sebelumnya BPH Migas telah membocorkan rencana pemerintah terkait kebijakan pengendalian BBM subsidi dengan pola pembatasan kendaraan berdasarkan kapasitas mesin. Setelah sebelumnya diwacanakan mobil-mobil 1500 cc ke atas dibatasi, kini direncanakan justru mobil-mobil dengan mesin 1300 cc juga kena aturan yang bakal efektif Mei 2012 ini.
(hen/ang)











































