Pemerintah sudah menyiapkan cara apabila para pemilik mobil pribadi yang tidak berhak membeli BBM bersubsidi memaksa petugas SPBU untuk melayani memberikan BBM subsidi.
"Ya awalnya hal tersebut mungkin saja terjadi (adu jotos) tetapi hal itu tidak akan lama karena walaupun memaksa hingga menjotos petugas tetap akan percuma, karena nosel (kran keluarnya BBM) SPBU tidak akan mengeluarkan bensin," kata Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) A. Qoyum Tjandranegara kepada detikFinance, Jumat (13/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah stiker tersebut sebagai ID bahwa mobil tersebut bisa beli premium, sehingga saat mengisi nosel akan mengeluarkan bensin. Tidak hanya itu stiker khusus tersebut juga akan terhubung secara komputerisasi dan mencatat sudah ngisi berapa liter dan dimana saja, kalau dianggap berlebihan atau tidak wajar dia tidak bisa isi bensin lagi pada hari yang sama, baru bisa besoknya lagi. Ini untuk sebagai langkah pengawasan juga," paparnya.
Jadi, ujar Qoyum, walaupun 'jotos' petugas, akan percuma juga, pertama kalau tidak punya stiker khusus nosel tidak mengeluarkan bensin, dan kalau disalah gunakan, tidak bisa juga mengisi dengan banyak karena ada batas maksimal.
"Memang cara ini butuh waktu, ya mungkil awal-awal saja terjadi seperti itu (adu jotos) tapi kalau sudah lengkap infrastrukturnya ya sudah tidak ada lagi yang kayak gitu," tandas Qoyum.
(rrd/hen)











































