"Malu sedikitlah, orang yang sudah mampu kalau masih beli BBM bersubsidi, saya dulu waktu jadi pengusaha malu beli BBM bersubsidi," ujar Jero ketika ditemui di Jakarta Convention Center, Senayan, Rabu (18/4/2012).
Jero mengatakan, harusnya harga BBM subsidi naik di tengah tingginya harga minyak dunia, dan juga karena selama ini 77% jatah BBM subsidi malah dinikmati kalangan mampu. Namun pemerintah tidak bisa meyakinkan DPR. "Saya kalah yakinkan DPR," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 51,3% pemilik kendaraan pelat hitam maunya naik saja, tapi semuanya gagal. Lupakanlah dulu naikkan harga BBM, yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita berhemat," ujarnya.
Jero pun meminta kepada pengusaha swasta agar ikut mendukung program penghematan energi.
"Kalau dirutnya yang minta hemat, keluarkan surat edaran, pasti karyawannya mau, tapi kalau Menteri ESDM yang minta nanti dipolitisir, masa menteri perintah-perintah swasta," ucapnya.
(rrd/dnl)











































