Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, anggaran BBM untuk mobil dinas tidak akan ditambah agar dilakukan ada penghematan anggaran.
"Dengan anggaran yang sudah tersedia dia (mobil dinas) harus pindah (ke pertamax). Artinya harus ada penghematan, harusnya cukup," ujar Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (18/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya adalah kita ingin kuota itu tetap, kalau tidak akan terjadi lewat kira-kira 7-10%. Nah sekarang dengan ada pengendalian kita harapkan dia tetap berada pada angka 40 jutaan KL. Kalau tidak ada pengendalian dari 40 juta KL maka akan menjadi 44 juta KL," ujarnya.
Hatta menyatakan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi ini akan menghemat sekitar Rp 20 triliun.
"Penghematannya tergantung harga minyak (ICP). Kalau rata-rata US$ 119 atau US$ 120 per barel kita tidak bisa menaikkan, maka subsidi kita akan di atas Rp 300 triliun. Kita akan menekan, tidak terjadi over kuota," tegas Hatta.
(nia/dnl)











































