Pemerintah Beri Sinyal Pembatasan BBM Subsidi untuk Mobil 1.500 cc

Pemerintah Beri Sinyal Pembatasan BBM Subsidi untuk Mobil 1.500 cc

- detikFinance
Kamis, 19 Apr 2012 17:15 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Pembatasan BBM Subsidi untuk Mobil 1.500 cc
Jakarta - Dari sekian beberapa opsi untuk membatasi penggunaan BBM subsidi untuk kendaraan berbasis kapasitas mesin, opsi mobil 1.500 cc ke atas yang diseriusi pemerintah untuk dikaji. Walaupun ada beberapa opsi lain antara lain mobil di atas 1.300 cc atau bahkan 2.000 cc ke atas.

"Untuk masyarakat (mobil pribadi) itu yang akan di exercise kendaraan 1.500 cc, kita exercise seperti apa, kalau kita luncurkan kendaraan itu tepatnya bulan apa. Supaya semuanya sudah siap," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Istana Negara, Kamis (19/4/2012)

Hatta mengatakan kawasan Jabodetabek relatif paling siap terkait pembatasan BBM subsidi, sekitar 95% ke atas semua SPBU di kawasan Jabodetabek punya Pertamax. Meskipun ada beberapa SPBU namun tangki benam sehingga hanya memasukkan dispensernya saja sehingga tak butuh waktu terlalu lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau Jabodetabek relatif siap. Tapi kalau di luar Jabodetabek perlu waktu. Inilah secara bertahap kita lakukan," katanya.

Menurutnya, dengan pembatasan ini maka kuota BBM subsidi tahun 2012 sebesar 40 juta kiloliter tak melebihi kuota. "Kalau 44 juta kilo liter itu
mungkin bisa kita hemat 2 juta sampai 3 juta. Ya kita tidak bisa harapkan itu 100% sampai efektif," katanya.

Berdasarkan perhitungan jika tak ada pembatasan maka akan terjadi kelebihan kuota 8-10% dari jatah 40 juta kilo liter BBM tahun ini. Artinya jika dibiarkan maka akan mencapai 43-44 juta kilo liter.

"Kalau kita diamkan saja tanpa upaya apapun juga, maka kuota kita pasti membengkak. Perhari ini saja itu 108% dari kuota. Jadi kan 8% (kelebihannya)," katanya.

Tahapan pembatasan konsumsi BBM subsidi dimulai awal Mei 2012. Semula akan menyasar 12.000 mobil dinas pemerintah. Selanjutnya pada awal Juli 2012 giliran mobil pribadi akan kena pembatasan BBM subsidi meski kini belum jelas mekanismenya.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads