Program Pembatasan BBM Subsidi Tak akan Bertahan Lama

Program Pembatasan BBM Subsidi Tak akan Bertahan Lama

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 20 Apr 2012 12:02 WIB
Program Pembatasan BBM Subsidi Tak akan Bertahan Lama
Jakarta - Rencanan pemerintah membatasi BBM bersubsidi banyak menuai pro dan kontra. Bagi yang kontra, menilai pembatasan ini rawan konflik dan diyakini tak akan bertahan lama.

Direktur Pengkajian Energi dari Universitas Indonesia (UI) Iwa Garniwa mengatakan upaya pemerintah untuk mengamankan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi 40 juta Kilo Liter, dinilai tidak akan bertahan lama. Alasannya jika diterapkan di lapangan akan terjadi 'perebutan' BBM bersubsidi.

"Operasional di lapangan jika pematasan diberlakukan sangat ribet, susah, operasionalnya betul-betul detail, tidak mungkinkan kalau petugas periksa satu-satu mesin mobil yang mau ngisi bensin. Memang tidak membuat chaos, tetapi akan terjadi perebutan BBM yang berujung keributan," kata Iwa ketika ditemui Kantor Dirjen Kelistrikan, Jakarta, Jumat (20/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang kata Iwa, pemerintah harus berbuat sesuatu, kalaupun dilakukan pembatasan memang tidak akan terlalu banyak menghemat anggaran negara. "Pembatasan tidak terlalu banyak menghemat anggaran, walaupun diberlakukan berapa lama sih bertahannya," ujarnya.

Iwa pun lebih menyarankan kenaikan harga BBM bersubsidi. "Itu pilihan yang sangat strategis, sudah sangat wajar, walaupun saran itu sangat ditentang banyak orang. Tapi sudahlah masyarakat harus sadar bahwa Minyak tidak bisa dijadikan sandaran, terimalah," tegasnya.

Iwa bilang, walaupun kenaikan harga BBM nantinya bakal membuat ekonomi Indonesia langsung jatuh, namun ia yakin Indonesia bakal cepat balik pada kondisi semula bakan terus meningkat.

"Kita sudah punya pengalaman menghadapi krisis, jadi walau nanti bakal pleg ekonomi kita, tidak lama bakal balik lagi," tandasnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads