Dirjen Listrik Kementerian ESDM Jarman mengatakan, pada pertengahan tahun ini infrastruktur fasilitas penampung dan regasifikasi LNG terapung atau Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) di Teluk Jakarta selesai, sehingga Juni 2012 tidak ada lagi pembangkit listrik di Jawa menggunakan BBM.
"FRSU selesai, pertengahan tahun tidak ada lagi pembangkit di Jawa yang gunakan BBM, jadi FSRU yang di Teluk Jakarta-Tanjung Priok selesai dan pipa gas sudah bisa tersambung di Muara Karang," kata Jarman di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (20/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besar sekali penghematannya, perhitungan kasarnya yang bisa dihemat yakni selisih harga antara membeli BBM dengan gas," ucapnya.
Diungkapkan Jarman saat ini biaya pembelian BBM US$ 26-28 per mmbtu, sementara dengan gas harganya saat ini sekitar US$ 15 per mmbtu. "Artinya ada selisih harga sekitar US$ 11-13 per mmbtu, itulah yang bisa dihemat," ungkap Jarman.
Apalagi dengan FSRU Jawa Barat yang diperkirakan akan selesai lebih cepat, suplai gas ke pembangkit bisa tercukupi sehingga Juni tidak ada lagi pembangkit listrik di Jawa yang memakai BBM.
(rrd/dnl)











































