"Selama konsumen diuntungkan tidak perlu dipersoalkan mau pembatasan dikira untungkan asing atau untungkan Pertamina," kata Ikhsan dalam acara diskusi 'Polemik' soal BBM di Cikini, Jakarta, Sabtu (21/4/2012).
Menurut Ikhsan, memang saat ini terlihat pelayanan SPBU asing kepada konsumennya sangat baik sekali sedikit berbeda dengan pelayanan SPBU Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kata Ikhsan ini akan menjadi motivasi bagi Pertamina untuk meningkatkan pelayanannya jauh lebih baik lagi.
"Dan kalau dibilang mendukung asing pembatasan BBM ini dari mananya? Kita sama-sama impor kok. Pertamina impor, Shell impor. Bahkan pembatasan ini lebih menguntungkan Pertamina karena Total dan Petronas beli pertamax di pertamina, kemudian diolah kembali dengan menaikkan oktan saja," ungkap Ikhsan.
Ikhsan mengingatkan, pembatasan BBM ini wajib dilakukan untuk membatasi konsumsi BBM masyarakat yang tiap tahun melonjak tajam, dari hanya 20 juta kiloliter (KL) di 2010 menjadi 40 juta KL di 2012. "Kalau ini tidak dikendalikan 2014 bisa melonjak hingga 80 juta KL, ini bahaya," tandasnya.
Seperti diketahui, mulai Mei 2012 pemerintah berencana untuk membatasi konsumsi BBM subsidi dengan melarang mobil dengan cc tertentu menggunakan bensin premium.
(rrd/dnl)











































