Saran Buat SBY, Pembatasan BBM Pakai Stiker, Gampang Dipalsukan!

Saran Buat SBY, Pembatasan BBM Pakai Stiker, Gampang Dipalsukan!

- detikFinance
Selasa, 24 Apr 2012 13:08 WIB
Saran Buat SBY, Pembatasan BBM Pakai Stiker, Gampang Dipalsukan!
Jakarta - Hari ini, Presiden SBY akan membahas soal kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi untuk mobil cc tertentu. Jika mekanisme pembatasan ini cuma modal stiker, kebijakan tak akan jalan mulus.

Demikain disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha kepada detikFinance, Selasa (24/4/2012).

"Kalau membedakan mobil yang boleh pakai premium cuma pakai stiker, maka rawan kebocoran dan akan timbul konflik horizontal. Karena bisa dipalsukan stikernya," tegas Satya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum lagi, jika hanya bermodalkan stiker, tak sulit bagi pengguna mobil untuk menyogok petugas SPBU agar bisa diisikan bensin subsidi. "Belum lagi rawan praktik pengisian bensin subsidi oleh kendaraan yang sengaja memodifikasi tangki bensinnya," jelas Satya.

Lalu apa sarannya kepada SBY? Satya mengatakan, cara paling ampuh dan efektif untuk menjaga volume konsumsi BBM subsidi per mobil setiap harinya adalah melalui kartu kendali atau smart card.

"Jika menggunakan kartu kendali, maka bisa dikontrol konsumsi BBM per mobil per hari. Apabila misalkan tiap mobil dibatasi konsumsi premiumnya 10 liter, jika sudah berlebih, dia harus pakai Pertamax. Dengan begitu tak akan ada kebocoran," cetus Satya.

Soal bocoran keputusan yang akan diambil pemerintah, Satya mengatakan belum ada keputusan yang pasti. Karena nanti pasti akan ada perdebatan di dalam sidang kabinet. Apakah yang dilarang pakai premium mobil 1.300 cc ke atas, 1.500 cc ke atas, atau 2.000 cc ke atas.

"Jadi belum ada perumusan yang final. Kita tunggu saja hasil sidang kabinet siang ini," jelas Satya.

Menurut politisi Golkar ini, pembatasan konsumsi BBM subsidi tersebut sudah mempunyai payung hukum dalam UU APBN-P 2012 pasal 7 ayat 4. "Dalam pasal itu, pemerintah boleh melakukan pengendalian BBM subsidi secara bertahap, namun yang belum dijelaskan adalah caranya," tutup Satya.


(dnl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads