Penggunaan stiker untuk mobil terkait rencana pembatasan BBM subsidi masih belum pasti. Bahkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa belum bisa memastikan apakah stiker akan dipakai.
"Tentu menteri ESDM, kita cari yang terbaik dari sejumlah alternative yang ada. Dari opsi yang tersedia, kita cari yang mudarat-nya (terjelek) paling kecil," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/4/2012)
Hatta pun menegaskan waktu dimulainya pembatasan BBM bukan lah 1 Mei 2012 seperti yang disampaikan pemerintah sebelumnya. "Belum 1 Mei, belum bisa. Ya belum bisa. Masa mau langsung dibatasi 1 Mei. Ya belum," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui beberapa kalangan menilai mekanisme pembatasan BBM dengan hanya bermodal stiker, dinilai tak akan jalan mulus.
"Kalau membedakan mobil yang boleh pakai premium cuma pakai stiker, maka rawan kebocoran dan akan timbul konflik horizontal. Karena bisa dipalsukan stikernya," kata Demikain disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha kepada detikFinance, Selasa (24/4/2012).
Mekanisme semacam ini juga membuka peluang oknum pengguna mobil untuk menyogok petugas SPBU agar bisa diisikan bensin subsidi. "Belum lagi rawan praktik pengisian bensin subsidi oleh kendaraan yang sengaja memodifikasi tangki bensinnya," jelas Satya.
Sementara itu, Anggota Komite Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas, Qoyum Tjandranegara mengatakan saat ini kajian larangan mobil cc tertentu menggunakan bensin premium belum ditentukan apakah yang dilarang menggunakan premium mobil 1.300 cc ke atas, 1.500 cc ke atas, atau 2.000 cc ke atas.
"Apabila mobil 1.300 cc ke atas yang dilarang pakai premium maka kita kan lebih banyak dapat penghematannya. Kalau hanya 2.000 cc ke atas, maka akan sedikit penghematannya. Mekanismenya nanti pakai stiker dulu untuk tahap awal," tutur Qoyum. (hen/dnl)











































