Pembatasan BBM Molor, Pemerintah 'Nombok' Subsidi Rp 5 Triliun/Bulan

Pembatasan BBM Molor, Pemerintah 'Nombok' Subsidi Rp 5 Triliun/Bulan

- detikFinance
Selasa, 24 Apr 2012 21:05 WIB
Pembatasan BBM Molor, Pemerintah Nombok Subsidi Rp 5 Triliun/Bulan
Jakarta - Kebijakan pembatasan konsumsi  BBM subsidi dengan melarang mobil cc tertentu menggunakan bensin premium ditunda. Tingkat konsumsi bensin subsidi bakal terus melonjak dan negara harus menombok Rp 5 triliun per bulan.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo di kantor presiden, Jakarta, Selasa (24/4/2012).

"Kita ada simulasinya. Dan iya memang setiap bulan tertunda bisa membuat Rp 5 triliun tambahan subsidi itu akan terjadi," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lonjakan dana subsidi terjadi karena konsumsi BBM subsidi pasti melonjak, apalagi saat ini harga bensin premium masih Rp 4.500, sedangkan Pertamax sudah tembus Rp 10.000 per liter.

Angka subsidi energi sebesar Rp 137,38 triliun yang ditetapkan tahun ini bisa melonjak. Faktor lain selain konsumsi, yang bisa membuat subsidi ini melonjak adalah jika rupiah melemah terhadap dolar AS, lalu kenaikan harga minyak internasional. Pemerintah akan menjaga volume konsumsi BBM subsidi tak melebihi 40 juta kiloliter (KL) tahun ini.

Dikatakan Agus Marto, lonjakan subsidi Rp 5 triliun per bulan ini harus terus disiapkan oleh pemerintah sehingga BBM subsidi terus ada.

Sebelumnya pihak Pertamina mengatakan, ditahannya harga BBM subsidi tetap murah Rp 4.500 ini membuat impor BBM subsidi bakal meningkat dari tahun lalu yang sebesar 12 juta kiloliter.

Almarhum Wamen ESDM Widjajono Partowidagdo juga mengatakan, murahnya harga BBM dan meningkatnya impor ini hanya menguntungkan para importir minyak atau yang dikenal dengan istilah mafia impor.


(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads