Widjajono Pernah Usul BBM Naik Jadi Rp 7.000 di 2013

Widjajono Pernah Usul BBM Naik Jadi Rp 7.000 di 2013

- detikFinance
Rabu, 25 Apr 2012 07:22 WIB
Widjajono Pernah Usul BBM Naik Jadi Rp 7.000 di 2013
Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo (Alm) sempat memberikan beberapa strategi yang bisa digunakan untuk mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebelum Ia meninggal, pria yang memiliki seorang istri dan satu anak ini mempunyai siasat mengurangi subisidi dengan menaikkan harga BBM secara bertahap.

Hal tersebut tertuang dalam makalah bertajuk 'Ada Beberapa Cara untuk Mengurangi Subsidi Harga BBM' seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Rabu (25/4/2012).

"Naikkan harga premium untuk mobil pribadi setiap tahun. Sebagai contoh 1 April 2012 menjadi Rp 6.000/liter, 2013 menjadi Rp 7.000/liter dan 2014 menjadi harga pasar (sekitar Rp 8.000/liter)," tulis Widjajono dalam makalah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, ada cara lain lagi yakni dengan menaikkan harga premium untuk mobil pribadi secara otomatis sebesar 5% setiap bulan. Akibatnya, menurut Widjajono dalam 18 bulan harga menjadi Rp 8.100/liter.

"Hal ini pernah dilakukan di Inggris untuk penyesuaian harga listrik. Naikkan harga premium per 1 April 2012 menjadi harga pasar untuk Jakarta dulu lalu disusul daerah-daerah lainnya sampai akhir 2014," tuturnya.

"Untuk semua opsi di atas, mulai 1 April 2012 bahkan sebaiknya mulai hari ini perbaiki transportasi umum dan kendaraan umum beralih ke BBG. Kendaraan pribadi dapat memakai BBM tidak bersubsidi atau BBG," tutup Widjajono.

Seperti diketahui, Widjajono tutup usia ditengah pendakiannya di Gunung Tambora di Sumbawa, NTB. Widjajono meninggal diduga akibat serangan jantung. Ia meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berumur 15 tahun.

(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads