Menurutnya sejak awal pembatasan sulit dilakukan, kenapa? ini 3 alasannya.
"Pertama, pembatasan BBM tersebut susah dan ribet. Penerapannya di lapangan maupun pengawasan serta infrastrukturnya, jadi sejak awal ide ini tidak perlu," kata Kurtubi, di Jakarta, Rabu (25/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan ketiga, kebijakan pembatasan tersebut tidak tepat, karena menyuruh masyarakat diarahkan dari minyak ke minyak.
"Kalau hanya beralih ke Premium ke Pertamax sama saja ke minyak, dimana produksi minyak kita saja saat ini turun, sementara untuk memenuhi kebutuhan kita harus impor minyak dan BBM lagi," tegasnya.
Untuk itu, dirinya mengharapan kebijakan BBM harusnya masyarakat diarahkan dari minyak ke energi yang banyak, hemat dan bersih yaitu gas.
"Gas kita berlimpah, cadangan gas kita banyak, kenapa tidak mulai dari situ dulu dengan getol membangun infrastruktur gas," tandas Kurtubi.
(rrd/hen)











































