Pemerintah tidak kompak merumuskan sebuah kebijakan, alhasil tak ada kebijakan yang matang untuk diimplementasikan. Soal pembatasan BBM subsidi, 3 menteri bawahan SBY dinilai tidak kompak. Siapa saja?
Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan, tiga menteri SBY yaitu Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri ESDM Jero Wacik, dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo dinilai tidak kompak.
"Kenaikan harga angkutan itu kan ekses dampak dari BBM, masyarakat yang paling dirugikan. Kewajiban pemerintah ambil jalan. Apakah seperti usulan Jero, atau Hatta? Ini antara Hatta, Jero, dan Menkeu berbeda. Jadi apa yang sudah diputuskan di sidang kabinet oleh presiden harus dijalankan, apapun keputusannya. Apakah dengan versi Jero, Hatta, atau yang lain," tegas Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan dari tahun saya di DPR sejak 1999, berapa sih harga pokok kita? Belum pernah ada," jelasnya.
Memang Premono menyentil pemerintah yang kembali tak jelas soal penerapan pembatasan BBM subsidi yang sudah lama diwacanakan. Kemarin, Presiden SBY ternyata tidak mengumumkan apa-apa soal rencana tersebut. Pemerintah dinilai kebanyakan wacana.











































