"Ini sekjen-sekjen banyak yang sudah mengeluhkan, kalau berdasarkan indeks lama maka masih pakai Premium," ungkap Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Herry Poernomo, saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (25/4/2012).
Dengan demikian, Herry menyatakan para Eselon setiap kementerian ini harus merogoh koceknya sendiri untuk menambah biaya pembelian BBM Pertamax tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, lanjut Herry, mengingat mobil-mobil eselon yang merupakan mobil mewah sehingga perlu BBM dengan kualitas tinggi seperti Pertamax.
"Saya ya nombok, masa dikasih Premium, menggelitik mobilnya, jadi jebol, ya sudah tambah sendiri saja," tandasnya.
(nia/dru)











































