Ketua Asosiasi Mal, Stefanus Ridwan mengaku pasrah dengan kondisi tersebut dan dia melihat gangguan pasokan listrik tersebut sebagai sebuah musibah.
"Mungkin kecelakaan, saya sendiri belum mengetahui penyebab padamnya listrik, mungkin musibah. Kemungkinan peralatan maupun gardu listrik atau trafo pasti ada kemungkinan untuk meledak. Namanya hal-hal tidak terduga," ungkapnya kepada detikFinance, Rabu (25/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namanya saja musibah, enggak usah PLN. Saya kira di gedung-gedung bisa terjadi (masalah listrik) di rumah juga bisa terjadi seperti LCD terbakar," tambahnya.
Sebagai pengusaha, Stefanus merasa yakin reputasi PLN yang selama ini terbangun terbangun, bisa menangani permasalahan listrik dengan segera, seperti gangguan pada gardu di Gandul yang berdampak pada padamnya listrik di sebagian wilayah Jakarta.
"Saya harapkan dengan kinerja PLN yang telah memberikan pelayanan yang baik, sekarang ini bisa terselesaikan segera," sahutnya.
Padamnya listrik di beberapa wilayah Jakarta kemarin, berdampak juga ke beberapa mal. Tetapi Stefanus menyebutkan kalau mal telah memiliki generator listrik (genset) yang dapat berfungsi jika terjadi pemadaman listrik.
"Kalau ada listrik (aliran PLN), genset hanya dipakai untuk emergency saja," ungkapnya.
Stefanus mengatakan, pengelola mal sudah merencanakan model kelistrikannya sehingga tidak selalu menggunakan genset sebagai pasakon listik utama.
"Genset punya kelemahanan kalau dipakai terus menerus, genset bisa jebol. Genset bukan untuk menghasilkan listrik terus menerus. Kita enggak perlu pakai itu, karena biayanya lebih mahal," tutupnya.
(feb/ang)











































