Hal ini disampaikan oleh Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi Kementerian ESDM Kardaya Warnika kepada detikFinance, Kamis (26/4/2012).
"Jadi minggu lalu kami mengumpulkan asosiasi mal lalu dari asosiasi green building dan PLN. Jadi nanti kita akan membuat suatu ketentuan peraturan bahwa yang di kota diminta berpartisipasi dalam dua hal. Satu pemasokan suplai listrik dari energi terbarukan untuk kurangi beban PLN, kedua melakukan penghematan," kata Kardaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gemerlap lampu di mal-mal serta dinginnya AC memang menyenangkan sebagai tempat berekreasi bagi masyarakat kota besar seperti Jakarta. Tapi konsumsi listrik di mal sangat boros, sementara masih banyak daerah di Indonesia belum teraliri listrik.
Pengelola Pusat Belanja Indonesia pernah mengatakan, tagihan listrik sebuah mal jumlahnya bisa mencapai Rp 4-5 miliar per bulan. Pihak PLN juga pernah mengatakan, konsumsi listrik sebuah mal di Jakarta bisa mencapai 40 megawatt (MW).
(dnl/ang)











































