Pemerintah menyatakan, mau tidak mau harus ada pembatasan konsumsi BBM. Alasannya, karena pada setiap liter bensin premium, pemerintah membakar uang subsidi Rp 5.000.
Wakil Presiden Boediono mengatakan, di negara lain, subsidi BBM juga dibatasi, baik lewat penjatahan konsumsi BBM maupun dengan menaikkan harga.
"Subsidi Rp 5.000 kemudian dibakar. Waktu mendatang uang terbakar ini bisa dikurangi bertahap, sekarang volumenya dibatasi karena harganya tidak bisa diutak-utik," ujar Boediono dalam penutupan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di negara lain, penjatahan, tapi bisa dengan harga. Tapi tidak untuk saat ini. Bisa kita antisipasi, kerjasama baik polisi maupun sosialisasi merupakan tahap yang penting. Sangat membutuhkan bantuan dari daerah, masalah perembesan, penyelundupan masih ada," tegas Boediono.
Sebelumnya, pihak Pertamina memang mengatakan, harga keekonomian bensin premium cuma berbeda Rp 200 dari harga pertamax. Jadi jika sekarang harga pertamax Rp 10.000/liter, maka harga premium sekitar Rp 9.800 per liter. Harga jual premium adalah Rp 4.500 per liter, sehingga subsidi yang diberikan tiap liter sekitar Rp 5.000.
(dnl/hen)











































