Presiden Adaro Garibaldi Tohir mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya tersebut kini siap memenuhi kebutuhan pasokan batubara dalam negeri yang telah tertuang dalam Domestic Market Obligation (DMO). Saat ini hampir 30% produksi batubara yang dihasilkan perusahaan ini untuk permintaan dalam negeri.
"Antara domestik dengan ekspor sebesar 26-30 persen untuk lokal 70 persen ekspor, supplier batubara ke Indonesia," ujar Garibaldi dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (27/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita ini bukan saja memenuhi DMO, bahkan melebihi karena kita merupakan perusahaan supplier terbesar ke Indonesia," jelasnya.
Garibaldi menyatakan pihaknya selalu siap jika sewaktu-waktu pemerintah meminta untuk menambah persentase produksi ke dalam negeri, maka hal tersebut diupayakan untuk dipenuhi.
"Kalau demand meningkat secara drastis, besar, ngapain kita susah-susah ekspor kan ada risiko, perjalanan jauh, tapi kalau domestik market cukup, untuk dalam negeri pasti siap," ujarnya.
Mengenai pajak luar negeri yang direncanakan pemerintah, Garibaldi mengharapkan pemerintah dapat memilah-milah sumber daya alam yang bisa dikenakan pajak luar negeri. Pasalnya, dia menilai industri batu bara merupakan produk hasil akhir yang tidak bisa ditingkatkan lagi nilai tambahnya.
"Kami ketahui pengenaan pajak ekspor tersebut belum ada keputusan yang bersifat final. Kami berpendapat pemerintah sangat mengerti dan bijak melihat pajak ekspor tersebut, wewenang pajak dan royalti adalah pemerintah. Kami sebagai produsen utama di Indonesia, batubara itu berbeda dari mineral lain, mineral lain bersifat belum finish product, batubara itu adalah produk yang sudah finish," paparnya.
Namun, lanjut Garibaldi, jika harus ditingkatkan nilai tambahnya, hal itu hanya bisa dilakukan dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan bahan bakar batubara.
"Kalau pun mau ada nilai tambah adalah pembangunan PLTU yang Adaro sudah lakukan. Kami telah melengkapi fisik kami, yang tadinya hanya produksi batubara tapi kami serius bangun PLTU di Indonesia yang intinya kami ingin berikan kontribusi besar sehingga PLTU itu bisa menjadi nilai tambah untuk pendidikan dan lain-lain," tandasnya.
(nia/dnl)











































