“Memang masih ada puluhan SPBU yang belum melayani pertamax, namun mereka sudah siap untuk menyediakan layanan pertamax. Kami terus melakukan koordinasi dengan pemilik SPBU di empat kabupaten tersebut” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Banyumas Anas Pribadi Anas kepada wartawan, Jumat (27/4/2012).
Menurut dia, mengenai rencana pembatasan BBM oleh pemerintah, pihaknya sama sekali belum tahu pelaksanaan teknis di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara menurut Wakil Ketua DPC Hiswana Migas H Ahmad juga mengaku belum tahu cara membedakan antara kendaraan 1.500 cc dengan mobil lainnya.
“Terus terang, saya bersama karyawan SPBU kebingungan bagaimana membedakan antara mobil dengan 1.500 cc dengan yang lainnya. Hal inilah yang perlu ditekankan sehingga dalam pelaksanaan pelayanan di SPBU tidak menimbulkan masalah,” jelasnya.
Dikonfirmasi secara terpisah Assistent Manager External Relation Pertamina Retail Region IV Jateng/DIY Heppy Wulansari mengungkapkan di Jateng, jumlah SPBU tercatat sebanyak 603 SPBU, yang telah menyediakan pertamax sebanyak 408 SPBU.
“Sehingga jumlah SPBU yang belum melayani pertamax masih ada 195 SPBU atau 32% dari jumlah total SPBU yang ada,”jelasnya.
(arb/dru)











































