Premium Tidak Perlu Dibatasi, Naik Harga atau Beralih ke Gas

Premium Tidak Perlu Dibatasi, Naik Harga atau Beralih ke Gas

- detikFinance
Sabtu, 28 Apr 2012 16:09 WIB
Premium Tidak Perlu Dibatasi, Naik Harga atau Beralih ke Gas
Jakarta - Rencana pemerintah membatasi konsumsi premium bersubsidi bagi mobil di atas 1500 cc dianggap tidak adil. Rencana dinilai sangat membebani masyarakat.

"Sebaiknya tidak diterapkan sama sekali, kalau itu diterapkan, bensin (premium) bisa naik dua kali, itu sangat terasa bagi mereka yang terkena," ungkap Pengamat Perminyakan, Kurtubi kepada detikFinance, Sabtu (26/4/2012).

Selain itu, dia menyebut, rencana pembatasan penggunaan premium bagi mobil di atas 1500cc bisa membuat masyarakat tidak memiliki pilihan selain membeli pertamax yang harganya di atas premiun atau dua kali lipat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu sangat memberatkan bagi masyarakat. Sebab tidak semua pemilik mobil di atas 1500cc adalah orang kaya, banyak di antara yang hidup pas-pasan yang mobilnya dipakai untuk cari nafkah, sehingga kalau naik itu berat,” sebutnya.

Kurtubi malah mengusulkan agar pemerintah mengikuti keputusan sidang paripurna DPR yang memberikan kewenangan pemerintah menaikkan harga premium jika harga rata-rata minyak Indonesia (Indonesia Crude Oil Price/ICP) dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata sebesar 15% dalam 6 bulan terakhir dari harga minyak internasional.

"Kita menunggu itu, sambil menunggu. Pemerintah, segera mempercepat pembangunan infrastruktur gas, agar angkutan umum bisa pindah ke gas (BBG),” tutupnya.

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads