Aturan Penghematan Energi Versi Jero Wacik Tak Efektif

Aturan Penghematan Energi Versi Jero Wacik Tak Efektif

- detikFinance
Minggu, 29 Apr 2012 17:30 WIB
Aturan Penghematan Energi Versi Jero Wacik Tak Efektif
Jakarta - DPR-RI menilai Peraturan Menteri ESDM terkait penghematan energi yang selama ini ada belum berjalan efektif. Pasalnya, pada tahun-tahun lalu meskipun sudah ada beberpa Permen ESDM terkait penghematan energi, tetapi belum mampu menekan subsidi energi yang realisasinya terus melonjak.

Demikian disampaikan Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi Golkar Satya W Yudha kepada detikFinance, Minggu (29/4/2012).

"Permen itu tidak efektif, buktinya ada program-program hemat listrik, seperti lampu hemat energi, tetapi subsidi listrik terus meningkat, efektivitasnya belum ada, subsidi energi harusnya bisa ditekan, itu saja ukurannya," tegas Satya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agar tidak terulang, Satya menyarakan agar aturan terkait penghematan energi ini bisa berjalan dengan optimal diperlukan tidak hanya Peraturan Menteri melainkan Peraturan Presiden dengan sanksi hukum yang jelas.

"Selama ini kan Permen itu sifat peraturan begitu lemah pengawasannya. Seharusnya, Perpres dengan sanksi hkum, tanpa ada perppres tidak jelas, itu buat bentuknya hanya seperti imbauan," ujarnya.

Satya menyatakan bentuk program penghematan energi ini sepenuhnya ditentukan pemerintah. Hanya saja, pihak DPR RI perlu melakukan pengawasan agar jumlah kuota BBM bersubsidi yang telah ditetapkan dalam APBN tidak bobol.

"Pemerintah dan DPR itu kan menentukan kuota, tahun ini BBM bersubsidi ditetapkan 40 juta kilo liter, harus ada penghematan agar tidak over kuota. Untuk itu perlu pengajuan program-program supaya tidak over," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik menyatakan akan mengeluarkan Permen ESDM terkait upaya penghematan BBM dan listrik yaitu melarang mobil dinas pemerintah menggunakan BBM bersubsidi dan adanya penghematan listrik di setiap kantor pemerintah.

"Sudah ada Permen ESDM, yang mobil dinas juga ada Permen ESDM. Jadi gedung-gedung pemerintah nanti disidak, harus mati listriknya pada jam berapa lampunya, itu mengehamat listrik yang otomatis akan menghemat BBM," ungkapnya beberapa waktu lalu.

(nia/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads