Menurut Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Mochammad Harun, terkait kurangnya tekanan gas di SPBU tersebut yang menyebabkan Bus TransJakarta tidak bisa melakukan pengisian bahan bakar gas di SPBU tersebut bukanlah domainnya (Pertamina).
"Mohon tanyakan ke PGN (Perusahaan Gas Negara) perihal tersebut (tersendatnya pasokan gas)," kata Harun kepada detikFinance, Senin (30/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBBG) TransJakarta di Kampung Rambutan, Jakarta Timur tidak beroperasi untuk sementara waktu. Akibatnya, bus TransJ di beberapa koridor harus mengisi BBG di Pinangranti.
Situasi ini berimbas pada lamanya antrean penumpang di koridor IV (Dukuh Atas 2-Pulogadung), koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas), koridor VII (Kampung Rambutan-Kampung Melayu).
"Ya (tidak beroperasi). Efeknya yang di Rambutan itu dialihkan ke Pinangranti. Imbasnya ke antrean penumpang," Humas Badan Layanan Umum Transjakarta Sri Ulina Pinem.
Menurut Ulina, tekanan gas di Kampung Rambutan masih kurang untuk pengisian bus TransJ. Ditambah lagi ada pemadaman listrik di wilayah tersebut. Tidak beroperasinya SPBBG Kampung Rambutan baru dimulai pagi ini.
"Tekanan gasnya memang kurang untuk pengisian yang sekarang. Makanya dialihkan. Kita belum tahu sampai kapan. Nanti dari sana yang menghubungi kita," jelasnya.
Ulina mengatakan antrean bus pengisian bahan bakar di Pinangranti akhirnya mengular. Karena bus-bus dari koridor IV, VI, dan VII ikut mengantre di SPBBG Pinangranti tersebut.
"Biasanya di Pinangranti yang banyak itu koridor IX dan koridor VIII. Tapi ini harus double untuk back-up," ujarnya.
(rrd/hen)











































