Kepala Humas FRM Region VII Pertamina Rosinah Nurdin mengatakan, Pertamina melakukan penyesuaian penyaluran bensin premium dengan memperketat stok penyaluran sesuai kuota per kabupaten untuk per bulan dan per hari.
"Langkah itu dilakukan karena selama triwulan I-2012 terjadi lonjakan konsumsi sebesar 23% di atas kuota karena rush buying dan aksi spekulatif akibat rencana kenaikan harga BBM pada 1 April dan pembatasan BBM subsidi 1 Mei," kata Rosinah dalam pernyataan yang diterima detikFinance, Selasa (1/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Supervisor SPBU Martandu Kendari, Syaiful mengatakan, antrean BBM terjadi akibat pengurangan stok dari depot pertamina Kendari. "Sejak hari Kamis pasokan BBM dikurangi hingga puluhan kilo liter dari depot Pertamina, untuk hari ini saja kami baru mendapat suplai 18 kiloliter dari 48 kiloliter yang biasa diberikan Pertamina," ungkapnya.
Sementara pengecer bensin menjual 1 liter bensin hingga Rp 15 ribu. Bahkan beberapa kios pengecer tutup dan hanya menyisakan botol-botol kosong dan rak kayu.
(dnl/ang)











































