Hatta: Kalau Tak Dibatasi, Subsidi BBM Bengkak Jadi Rp 208 Triliun

Hatta: Kalau Tak Dibatasi, Subsidi BBM Bengkak Jadi Rp 208 Triliun

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 01 Mei 2012 16:22 WIB
Hatta: Kalau Tak Dibatasi, Subsidi BBM Bengkak Jadi Rp 208 Triliun
Jakarta - Sampai saat ini belum jelas apakah kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi jadi dilakukan atau tidak. Namun jika tak dilakukan, maka subsidi BBM akan tembus sampai Rp 208 triliun.

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan jatah BBM bersubsidi tahun ini hanya 40 juta kiloliter (KL). Kalau tidak segera dilakukan pengendalian konsumsi, maka subsidi BBM dengan asumsi harga minyak Indonesia (ICP) US$ 119 per barel maka subsidi BBM bisa tembus Rp 208 triliun.

"Kuota kita hanya 40 juta KL kalau tidak segera dilakukan pengendalian maka besar kemungkinanakan melebihi jauh kuota, dengan asumsi ICP (harga minyak) US$ 119 maka subsidi BBM akan mencapai Rp 208 triliun," ujar Hatta di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (1/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hatta, angka subsidi Rp 208 triliun tersebut belum termasuk subsidi listrik.

"Ini harus disikapi dengan penghematan, salah satunya mewajibkan kendaraan dinas wajib menggunakan pertamax," kata Hatta.

Tidak hanya itu, pemerintah kata Hatta meminta kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) dan pemerintah daerah melakukan pengawasan khususnya pada kapal-kapal besar, Pertambangan, dan Perkebunan wajib menggunakan BBM non subsidi.

"Jadi disektor Pertambangan dan Perkebunan harus wajib menggunakan BBM non subsidi, dan industri juga wajib gunakan BBM non subsidi, maka kami minta BPH dan Pemda melakukan pengawasan ketat," tutup Hatta.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads