Harga Minyak RI Turun, Kenaikan BBM Sulit Terealisasi

Harga Minyak RI Turun, Kenaikan BBM Sulit Terealisasi

- detikFinance
Selasa, 01 Mei 2012 19:11 WIB
Harga Minyak RI Turun, Kenaikan BBM Sulit Terealisasi
Jakarta - Pemerintah bakal masih sulit menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat. Kenyataanya saat ini harga minyak dunia termasuk harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) mengalami penurunan sebesar US$ 3,51 per barel.

Berdasarkan hasil perhitungan Formula ICP, harga minyak mentah Indonesia April 2012 mengalami penurunan dibandingkan Maret 2012.

"Harga Minyak (Harga minyak mentah Indonesia) turun sebesar US$ 3,54 per barel dari US$ 131,50 per barel menjadi US$ 127,96 per barel. Sementara harga rata-rata minyak mentah Indonesia turun sebesar US$ 3,51 per barel dari US$ 128,14 per barel menjadi US$ 124,63 per barel," dalam laporan Tim Harga Minyak Indonesia yang dikutip, Selasa (1/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Tim Harga Minyak Indonesia, penurunan harga minyak mentah Indonesia tersebut dikarenakan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional mengalami penurunan dikarenakan beberapa faktor salah satunya geopolitik di Timur Tengah.

"Setelah adanya kesepakatan antara Iran dan Negara-negara Barat ketegangan geopolitik di Timur Tengah sedikit mereda," jelas laporan itu.

Faktor lain yang menyebabkan harga minyak dunia turun adalah meningkatnya produksi minyak Arab Saudi sebesar 1,1 juta barel per hari atau mencapai 10 juta barel per hari.

Selain itu melemahnya perekonomian dunia terutama perlambatan pertumbuhan ekonomi China dan India serta penurunan ekonomi Negara-negara Zona Eropa khususnya dampak krisis utang yang meluas ke Spanyol dan Italia.

Ada juga Faktor permintaan minyak global 2012 pada April lalu menunjukkan penurunan dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya. Sementara data dari Departemen Energi AS, stok minyak mentah AS meningkat sebesar 3,8juta barel sehingga 7% diatas rata-rata stok minyak AS dalam 5 tahun terakhir.
Harga minyak dunia juga bisa melemah apabila Jadwal turn around kilang-kilang dunia akan menyebabkan penurunan minyak mentah.

"Tetapi harga minyak khususnya ICP bisa kembali menguat bahkan bisa menyentuh angka US$ 128 barel per hari apabila melihat kekhawatiran pasar atas kondisi geopolitik dikawasan Timur Tengah dan Afrika terutama di Iran, Sudan, Suriah dan Yaman," jelas laporan itu.

Dan harga minyak juga bisa akan semakin menguat apabila membaiknya indikator perekonomian AS sehingga meningkatkan ekspektasi pasar akan tumbuhnya konsumsi.

"Berdasarkan kondisi-kondisi tersebut di atas, harga minyak mentah pada Mei ini diperkirakan akan berada dikisaran US$ 123 per berel-US$ 128 per barel. Harga rata-rata minyak WTI (Nymex) berkisar antara US$ 101 per barel US$ 106 per barel serta harga rata-rata Brent (ICE) diperkirakan antara US$ 119 per barel-US$ 124 per barel," jelas tim itu.

Saat ini perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di Pasar Internasional pada April 2012 yakni WTI US$ 103,35 per barel, Brent US$ 120 per barel, Tapis US$ 126,81 per barel, Basket Opec US$ 118,24 per barel.
(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads