Direktur Operasi Jawa-Bali PLN, Ngurah Adnyana mengatakan BBM diperlukan untuk menaikkan tegangan listrik pada pembangkit yang menggunakan bahan bakar gas maupun batubara.
"Terutama pembangkit listrik PLTU yang menggunakan batubara tetap harus menggunakan minyak untuk menaikkan tegangan hingga 20%, setelah mencapai 20% lalu batubara masuk, jadi tidak bisa seluruhnya batubara, gas pun begitu juga," kata Adnyana di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Rabu (2/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi penurunan penggunaan minyak hanya 5,6% syaratnya ada pasokan LNG dari FSRU sebesar 7.381 GWh atau 5,1%," ujar Adnyana.
Namun walau belum ada pasokan gas, PLN akan berusaha menurunkan penggunaan BBM hanya mencapai 6,5% saja atau sebesar 2.974 GWh.
"Hal ini dikarenakan ada beberapa pembangkit PLTU sudah bisa dioperasikan," katanya.
Pada akhirnya, pengurangan konsumsi minyak di Jawa tersebut akan dialihkan ke daerah Bali.
"Karena di Bali tidak ada pembangkit listrik menggunakan batubara atau gas, semuanya menggunakan minyak. Jadi untuk daerah Jawa-Bali paling besar penggunaan minyak di pembangkitnya hanya di Bali, sementara di Jawa penggunaan minyak hanya digunakan sebagai alat membangkitkan daya listrik," kata Adnyana.
(rrd/dnl)











































