Diungkapkan Direktur Operasional Jawa-Bali Ngurah Adnyana, beberapa kasus pemadaman listrik dikarenakan sudah uzurnya peralatan listrik milik PLN mulai dari trafo, garudu listrik dan jaringan transmisi lainnya.
"Sejak 1998 saat krisis hingga 2008 praktis PLN tidak pernah melakukan investasi, mulai dari penambahan pembangkit dan lain-lainnya, namun sejak 2009 baru PLN mendapatkan dana subsidi dan margin dari pemerintah," kata Adnyana di Kantor PLN Pusat, Rabu (2/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini (2012) PLN sudah menyiapkan dana Rp 881,34 miliar untuk membiayai perbaikan sistem jaringan, misalnya perbaikan Rekondisi gas insulated switchgear (GIS) sebesar Rp 242,58 miliar,penggantian peralatan utama karena ageing (tua) Rp 324,37 miliar dan dana perbaikan lainnya," ungkapnya.
Selain itu diungkapkan Adnyana untuk biaya pergantian satu trafo saja biayanya lebih dari Rp 40 miliar dan itu pun harus impor.
"Untuk tahun ini kami juga akan melakukan penambahan trafo 500 kV di Jawa Timur sebanyak 8 bank, Jawa Barat sebanyak 14 bank, dan DKI Jakarta sebanyak 10 bank. sementara untuk penambahan trafo 150 kV akan ditambah 3 unit di Bali, 34 unit di Jawa Timur, Jawa Tengah 6 unit, Jawa Barat 41 unit serta di DKI Jakarta dan Banten sebanyak 22 unit," tandasnya.
(rrd/hen)











































