Karena PLTU ini berbahan bakar batubara dan dapat membuat PLN berhenti menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkitnya yang biayanya lebih mahal.
PLTU Jenoponto kini telah terkoneksi dengan sistem jaringan distribusi listrik PLN. Hanya butuh waktu sekitar satu bulan untuk mengkoneksikan jaringan tersebut dengan PLTU yang sudah mulai beroperasi dua bulan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adanya pasokan baru ini diperkirakan PLN akan menghemat anggaran sekitar Rp 4 triliun. Mesin-mesin diesel PLN akan berhenti meminum BBM ada penghematan sampai Rp 4 triliun," papar CEO Bosowa Erwin Aksa dalam siaran pers, Rabu (2/5/2012).
Erwin mengatakan, PLTU Jeneponto ini bagi industri di Sulsel akan sangat signifikan. "Industri di Sulawesi Selatan akan mendapat pasokan yang cukup. Dan ini berita bagus buat pertumbuhan industri di Sulsel," ucap Erwin.
PLTU ini mulai dibangun sejak November 2010. Masa konstruksi mencapai 19 bulan. "Inilah mungkin proyek pembangkit listrik yang tercepat dibangun di Indonesia. Awalnya, proyek ini ditargetkan selesai dalam 30 bulan. Namun, ternyata bisa selesai lebih cepat," katanya.
Tak hanya itu, di sekitar PLTU Jeneponto, Bosowa akan membangun kawasan industri. Dalam waktu dekat, Bosowa memulai dengan membangun pabrik pengolahan nikel (smelter) dengan investasi senilai US$ 330 juta.
(dnl/dnl)











































