Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Teguh Dwi Paryono mengatakan, untuk mengatasi semakin menipisnya kuota Premium, maka pihaknya mengajukan permohonan tambahan jumlah kuota BBM subsidi kepada pemerintah pusat.
"Penambahan tersebut dengan asumsi pertumbuhan permintaan terhadap Premium bersubsidi sebesar 8,7%," kata Teguh di gedung Gubernuran Jateng, jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (3/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah melalui dinas ESDM. Tapi untuk keputusannya tetap tergantung pada pusat," kata Bibit.
Soal kemungkinan diwujudkannya permintaan penambahan kuota premium tersebut tipis karena kuota premium secara nasional sudah dibatasi sebanyak 40 juta kilo liter.
Realisasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh PT Pertamina (Persero) secara nasional dalam 4 bulan pertama telah mencapai 14,1 juta KL atau 107,4% terhadap kuota pada periode berjalan yang ditetapkan sebesar 13,2 juta KL.
Berdasarkan data penyaluran BBM PSO oleh Pertamina per 30 April 2012, realisasi penyaluran Premium telah menyentuh angka 8,9 juta KL atau 110% dari kuota yang ditetapkan, yaitu sebesar 8,1 juta KL.
(hen/hen)











































