Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyebutkan dengan perkiraan harga ICP US$ 119 per barel dan realisasi BBM bersubsidi sekitar 42 juta kilo liter maka anggaran subsidi menjadi Rp 234,2 triliun.
Jumlah tersebut melebihi anggaran subsidi yang dianggarkan dalam APBN-P 2012 sebesar Rp 137,4 triliun. Hal ini juga terjadi dalam subsidi listrik yang naik Rp 10 triliun dari Rp 65 triliun menjadi Rp 75 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, meskipun demikan , Hatta yakin defisit masih dipatok sebesar 2,23 persen sehingga tidak melebihi yang ditetapkan undang-undang yaitu sebesar 3 persen.
"Maka kita akan jaga defisit kita tetap di 2,23% dan semua yang ada di APBNP tetap dijalankan," jelasnya.
Hatta menyatakan bahwa hingga akhir tahun diperkirakan tidak akan ada kenaikan harga BBM. Pasalnya, harga minyak dunia diperkirakan mulai menurun.
"Kita harus berpikir sampai akhir tahun tidak ada kenaikan BBM, karena kita tidak tahu pasal 7 ayat 6a itu akan masuk (rata-rata ICP 6 bulan US$ 120,75, bisa terjadi), jadi kita asumsikan tidak ada kenaikan sampai akhir tahun oleh itu langkah-langkah itu akan dilakukan," pungkasnya.
(nia/dru)











































