Hatta Akui Subsidi BBM Bakal 'Bengkak' Rp 96,8 Triliun

Hatta Akui Subsidi BBM Bakal 'Bengkak' Rp 96,8 Triliun

Ramdhania El Hida - detikFinance
Jumat, 04 Mei 2012 15:34 WIB
Hatta Akui Subsidi BBM Bakal Bengkak Rp 96,8 Triliun
Jakarta - Meskipun pemerintah berupaya untuk melakukan penghematan anggaran subsidi dengan pengaturan penggunaan BBM bersubsidi, bobolnya anggaran tidak dapat dihindari. Untuk tahun ini, pemerintah menyampaikan anggaran subsidi BBM bakal bobol Rp 96,8 triliun.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyebutkan dengan perkiraan harga ICP US$ 119 per barel dan realisasi BBM bersubsidi sekitar 42 juta kilo liter maka anggaran subsidi menjadi Rp 234,2 triliun.

Jumlah tersebut melebihi anggaran subsidi yang dianggarkan dalam APBN-P 2012 sebesar Rp 137,4 triliun. Hal ini juga terjadi dalam subsidi listrik yang naik Rp 10 triliun dari Rp 65 triliun menjadi Rp 75 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau harga rata-rata minyak US$ 119 per barel, dan 42 juta kilo liter, dengan kebijakan yang dijalankan maka subsidi BBM dari Rp 137,4 triliun akan jadi Rp 234,2 triliun, listrik Rp 75 triliun," ujarnya saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (4/5/2012).

Namun, meskipun demikan , Hatta yakin defisit masih dipatok sebesar 2,23 persen sehingga tidak melebihi yang ditetapkan undang-undang yaitu sebesar 3 persen.

"Maka kita akan jaga defisit kita tetap di 2,23% dan semua yang ada di APBNP tetap dijalankan," jelasnya.

Hatta menyatakan bahwa hingga akhir tahun diperkirakan tidak akan ada kenaikan harga BBM. Pasalnya, harga minyak dunia diperkirakan mulai menurun.

"Kita harus berpikir sampai akhir tahun tidak ada kenaikan BBM, karena kita tidak tahu pasal 7 ayat 6a itu akan masuk (rata-rata ICP 6 bulan US$ 120,75, bisa terjadi), jadi kita asumsikan tidak ada kenaikan sampai akhir tahun oleh itu langkah-langkah itu akan dilakukan," pungkasnya.

(nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads