Kuota atau jatah BBM subsidi di 2012 sebesar 40 juta kiloliter (KL) di tahun ini juga bakal melewati dan pemerintah bakal nombok.
"Kuota 40 juta KL yang ditetapkan dan subsidinya Rp 137 triliun serta subsidi listrik Rp 65 triliun ditambah cadangan fiskal Rp 24 triliun sebenarnya sudah termasuk kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Ro 6.000. dan tidak ada kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL)," ujar Menteri ESDM Jero Wacik saat memberikan keterangannya di Kantornya, Jakarta, Jumat (4/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah pasti tidak kuat, BBM tidak naik, TDL tidak naik, kuota tetap, ya tentu keuangan negara tidak kuat menanggung," kata Jero.
Namun, tentunya hal tersebut tetap harus dijalankan pemerintah. "Kalau tidak ada sesuatu yang dilakukan, yakni penghematan yang sangat kuat, subsidi untuk BBM dan listrik bisa jebol hingga Rp 340 triliun. Habis banyak uang negara yang tahun ini Rp 1.500 triliun hampir separuhnya untuk subsidi," jelasnya.
Kalau ini terus terjadi, maka pembangunan rumah sakit, jalan, sekolah dasar dan lainnya akan tertunda.
Dalam APBN-P 2012 juga disetujui soal subsidi energi Rp 225 triliun dengan rincian subsidi BBM Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp 23 triliun. Jika tidak ada langkah penghematan, anggaran subsidi energi bisa bengkak jadi Rp 340 triliun.
(rrd/dnl)











































