Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 08 Mei 2012 12:09 WIB

Dahlan Iskan: Hemat Listrik Paling Besar Itu Jam 16.00-22.00

- detikFinance
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai kebijakan pemerintah untuk menghemat listrik di kantor-kantor pemerintah dengan mematikan listrik di atas pukul 18.00 bertujuan untuk menghemat BBM.

Hal tersebut sangat penting mengingat penghematan bakal dirasakan signifikan jika ada penghematan listrik pada pukul 16.00-22.00.

"Tujuan menghemat listrik itu kan menghemat BBM. Nah, menghemat listrik pagi hari itu menghemat BBM, hemat listrik yang paling penting itu jam 4 sore sampai jam 10 malam," ujarnya ketika ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (8/5/2012).

Untuk itu, Dahlan mengimbau agar BUMN melakukan penghematan listrik. Saat ini, dirinya meminta agar semua BUMN mengumpulkan tagihan listrik sehingga bisa terlihat berapa besar anggaran BUMN yang digunakan untuk membayar listrik. Jika terlalu besar maka akan diminta untuk melakukan penghematan.

"BUMN saya minta deputi-deputi, setiap bulan BUMN itu bayar listrik berapa, ini lagi dikumpulin data-datanya, nanti kita tekankan sudah efisien atau belum, kalau belum suruh efisien nanti bisa turun berapa," jelasnya.

Namun, Dahlan belum menargetkan berapa besar anggaran yang dapat dihemat mengingat belum diketahuinya anggaran untuk listrik tersebut.

"Harus, kita lihat dulu berapa data masuknya berapa dulu. Pengeluaran seluruh BUMN untuk bayar listrik itu. Seminggu inilah, kan datanya gampang tinggal ambil dari komupter," ujarnya.

Selain itu, Dahlan juga mengimbau agar Jasa Marga bisa menyediakan bahan bakar matahari (solar cell) untuk lampu-lampu tol.

"Lampu tol diganti dengan menggunakan solar cell karena dia mnggunakan listriknya jam 4 sore lewat. Jadi kita minta penghematan dilakukan terutama jam 4 sore sampai dengan 10 malam," pungkasnya.

(nia/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com