Impor Minyak Lewat Trader Bukan Berarti Mafia

Impor Minyak Lewat Trader Bukan Berarti Mafia

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 09 Mei 2012 11:25 WIB
Impor Minyak Lewat Trader Bukan Berarti Mafia
Jakarta -

Menteri BUMN Dahlan Iskan mendorong PT Pertamina (Persero) agar tak membeli minyak (BBM) melalui pedagang atau trader minyak. Dahlan menginginkan agar Pertamina harus langsung impor minyak dari produsennya.

Direktur ReforMiner Institute, Pri Agung Rahkmanto mengatakan dalam perdagangan minyak di dunia internasional, impor minyak bisa dilakukan langsung dari negara produsennya maupun para trader. Namun menurutnya tak semua produsen bersedia langsung menjual minyaknya ke negara konsumen, biasanya akan melalui trader.

"Jangan dijadikan satu-satunya cara dalam pengadaan (impor), bisa pakai pendekatan langsung dengan produsen-produsen minyak, tapi bukan berarti dengan impor lewat trader itu salah, bukan berarti mafia," tegas Pri kepada detikFinance, Rabu (9/5/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pri mengatakan terkait impor minyak yang dilakukan Pertamina umumnya sebagian besar dilakukan melalui trader. Menurutnya pendekatan dengan produsen bisa juga dilakukan untuk mendapatkan minyak impor, seperti ke negara-negara produsen minyak dunia antaralain Nigeria, Arab Saudi, Libya, dan lain-lain.

"Intinya jangan menyimpulkan pakai trader itu semuanya salah, yang keliru kalau itu hanya salah satu cara saja. Kalau Pertamina selama ini sebagian besar porsinya pakai trader melalui Petral," katanya.

Sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta Pertamina tak membeli minyak dari pedagang. "Soal Pertamina, soal kemungkinan Pertamina mengimpor BBM dan minyak mentah dari sumbernya, tidak dari pedagang," ujar Dahlan kemarin.

Menurut Dahlan, sebuah perusahaan besar sebaiknya membeli bahan baku langsung dari produsennya.

"Ya Pertamina kan perusahaan besar masak beli minyak dari pedagang, perusahaan besar sebaiknya membeli langsung dari sumbernya. saya suruh mempelajari karena kalau di swasta, perusahaan besar itu beli dari sumbernya," ujarnya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads