Permintaan Menteri BUMN Dahlan Iskan agar PT Pertamina (Persero) tak mengimpor minyak (BBM) dari trader atau perantara, menuai reaksi. Misalnya pengamat perminyakan Kurtubi sepakat dengah Dahlan.
Menurutnya secara logika akal sehat mengimpor minyak langsung dari negara produsen tentunya jauh lebih murah ketimbang melalui perantara. Kurtubi berharap Pertamina bisa mengubah pola impor mereka dari trader, langsung ke produsen. Ia pun tak habis pikir mengapa Pertamina hingga kini lebih banyak mengimpor dari trader ketimbang ke produsen.
"Tentunya ada pihak yang diuntungkan tapi di sisi lain negara dirugikan. Yang paling tepat menjawab adalah Pertamina, tapi anak SD saja tahu kalau beli barang dari perantara lebih mahal, yang namanya perantara pasti ambil untung," kata Kurtubi kepada detikFinance, Rabu (9/5/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mestinya Pertamina bisa beli langsung (ke produsen), seperti trader bisa beli dari produsen minyak, trader bisa kenapa Pertamina nggak bisa, seharusnya bisa dong," ketus Kurtubi.
Sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta Pertamina tak membeli minyak dari pedagang. "Soal Pertamina, soal kemungkinan Pertamina mengimpor BBM dan minyak mentah dari sumbernya, tidak dari pedagang," ujar Dahlan kemarin.
Menurut Dahlan, sebuah perusahaan besar sebaiknya membeli bahan baku langsung dari produsennya.
"Ya Pertamina kan perusahaan besar masak beli minyak dari pedagang, perusahaan besar sebaiknya membeli langsung dari sumbernya. saya suruh mempelajari karena kalau di swasta, perusahaan besar itu beli dari sumbernya," ujarnya. (hen/dnl)











































