Menurut Dahlan, pemerintah harus memberikan instruksi kepada masyarakat untuk melakukan penghematan konsumsi listrik mulai pukul 16.00 hingga 22.00.
Karena menurut mantan Direktur Utama PLN ini, pukul 16.00-22.00 tercatat sebagai rentang waktu dengan beban listrik tertinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan mengatakan, dirinya juga meminta agar semua BUMN mengumpulkan tagihan listrik sehingga bisa terlihat berapa besar anggaran BUMN yang digunakan untuk membayar listrik. Jika terlalu besar maka akan diminta untuk melakukan penghematan.
"BUMN saya minta deputi-deputi, setiap bulan BUMN itu bayar listrik berapa, ini lagi dikumpulin data-datanya, nanti kita tekankan sudah efisien atau belum, kalau belum suruh efisien nanti bisa turun berapa," jelasnya.
Namun, Dahlan belum menargetkan berapa besar anggaran yang dapat dihemat mengingat belum diketahuinya anggaran untuk listrik tersebut.
"Harus, kita lihat dulu berapa data masuknya berapa dulu. Pengeluaran seluruh BUMN untuk bayar listrik itu. Seminggu inilah, kan datanya gampang tinggal ambil dari komupter," ujarnya.
Selain itu, Dahlan juga mengimbau agar Jasa Marga bisa menyediakan bahan bakar matahari (solar cell) untuk lampu-lampu tol.
"Lampu tol diganti dengan menggunakan solar cell karena dia mnggunakan listriknya jam 4 sore lewat. Jadi kita minta penghematan dilakukan terutama jam 4 sore sampai dengan 10 malam," pungkasnya.
(lh/dnl)











































