Gawat! Gubernur & Bupati Ramai-ramai Minta Tambah Jatah BBM Subsidi

Gawat! Gubernur & Bupati Ramai-ramai Minta Tambah Jatah BBM Subsidi

- detikFinance
Rabu, 09 Mei 2012 15:50 WIB
Gawat! Gubernur & Bupati Ramai-ramai Minta Tambah Jatah BBM Subsidi
Jakarta - Para Gubernur dan Bupati saat ini meminta tambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi karena kuota BBM subsidi di wilayahnya 'bobol.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menegaskan tambahan kuota BBM Bersubsidi tersebut tidak bakal diberikan pemerintah pusat. Alasannya kuota BBM subsidi 40 juta kilo liter (KL) pada APBN-P 2012 bakal jebol.

"Semua Gubernur minta tambah kuota, tetapi kuotanya kita hanya 40 juta KL kami perkirakan akan lewat, ini saja yang untuk 40 juta KL saja sudah kurang," kata Jero Wacik dikantornya, Rabu (9/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat kenyataan itu, menurut Jero permintaan para Gubernur dan Bupati yang meminta tambahan kuota BBM Subsidi tidak mungkin dikabulkan.

"Begini, tidak mungkin nambah-nambah sekarang, yang hanya bisa dilakukan hanyalah coba menangkapi yang bocor-bocor (penyelundupan BBM Subsidi)," ujar Jero.

Ia mencontohkan kebocoran BBM Subsidi sering terjadi di Kalimantan yang terdapat banyak lokasi pertambangan dan perkebunan. "Kalau kedua hal itu bisa dikontrol mungkin cukup (kuota yang sudah ditetapkan)," ucap Jero.

Rencananya BBM Subsidi di daerah-daerah hanya untuk masyarakat umum. Sedangkan untuk perusahaan-perusahaan pertambangan dan perkebunan hanya menyediakan tangki penampungan BBM dan nantinya Pertamina akan menyuplai BBM Non Subsidi perusahaan-perusahaan tersebut.

"Jadi tidak ada lagi truk-truk pertambangan dan perkebunan ngantre isi BBM di SPBU," tandas Jero.

Seperti diketahui realisasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh PT Pertamina (Persero) secara nasional dalam 4 bulan pertama telah mencapai 14,1 juta KL atau 107,4% terhadap kuota pada periode berjalan yang ditetapkan sebesar 13,2 juta KL.

Berdasarkan data penyaluran BBM PSO oleh Pertamina per 30 April 2012, realisasi penyaluran Premium telah menyentuh angka 8,9 juta KL atau 110% dari kuota yang ditetapkan, yaitu sebesar 8,1 juta KL.

Adapun, realisasi penyaluran Solar pada periode yang sama mencapai 4,9 juta KL atau 107% dari kuota Pertamina dalam APBN-P 2012 pada periode berjalan sebesar 4,6 juta KL.

Sementara realisasi penyaluran Kerosene justru terus mengalami penurunan seiring dengan pelaksanaan program konversi pemakaian Kerosene masyarakat ke LPG. Realisasi penyaluran Kerosene mencapai 410 ribu KL atau 73,1% terhadap kuota.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads