Mantan Menteri ESDM Kuntoro Mangkusubroto mengatakan produksi minyak Indonesia sebesar 890 ribu barel per hari (bph) tak masuk akal. Menanggapi hal ini, BP Migas buka suara.
Direktur Operasi BP Migas Rudi Rubiandini menyatakan Indonesia saat ini sedang mengalami penurunan produksi minyak. "Sejak 1996 pada saat puncak produksi sebesar 1,6 juta barel per hari, kini 2012 hanya tinggal 890 ribu barel per hari," jelas Rudi dalam penjelasan kepada detikFinance, Kamis (10/5/2012).
Sejak 2003 Indonesia telah dengan sukarela mundur dari keanggotaan OPEC, karena menjadi net importir minyak, seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan dalam negeri, sementara produksi tidak bisa ditahan terus meluncur turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keterkejutan itu akan makin bulat ketika melongok kondisi lapangan pendukung terbesar di perusahaan itu yang namanya Minas produksinya sudah menghasilkan 98 persen air dan hanya 2 persen minyak saja," imbuhnya.
Dikatakan Rudi, satu-satunya solusi yang bisa menahan penurunan produksi minyak nasional adalah bila ada lapangan berukuran besar seperti lapangan Duri dan lapangan Minas di kontraktor CPI 20-30 tahun lalu.
Namun nasib bangsa Indonesia sampai saat ini hanya punya tabungan lapangan Banyu Urip di Bojonegoro, itupun hanya berpotensi 165 ribu bph masih kalah dari produksi lapangan Minas dan Duri di CPI.
"BP Migas telah berupaya keras untuk menahan laju penurunan produksi minyak dalam 4 tahun terakhir yang secara alamiah sebesar 14 persen setahun bisa ditekan sampai rata-rata sekitar 4 persen setahun, malah di 2012 bisa hanya sekitar 1 persen saja, sehingga produksi di 2012 bisa ditahan sampai 890 ribu barel per hari dibandingkan tahun lalu 902 ribu barel per hari," papar Rudi.
Apabila lapangan Banyu Urip benar-benar bisa mulai mengalir 2014, maka diharapkan produksi nasional mulai akan mencapai 1 juta bph kembali, namun untuk mencapai 1,6 juta bph hanya akan tercapai bila kita menemukan cadangan minyak minimal sebesar lapangan Minas atau Duri di CPI.
"Namun tidak perlu berkecil hati, karena Indonesia kini dianugerahi cadangan gas yang 5 kali lebih besar dari minyak, sehingga umur produksinya bisa mencapai 46-50 tahun dibandingkan minyak yang hanya sekitar 10-12 tahun," kata Rudi.
Ia menuturkan ada sekitar 17 lapangan baru yang akan dibuka dan menghasilkan produksi dari kurun 2012-2020 dengan hasil peningkatan produksi tidak kurang dari 1.200 juta standar kaki kubik per hari atau tambahan setara dengan sekitar 200 ribu barel equivalent minyak per hari lebih besar dari rencana produksi lapangan Banyu Urip sekalipun yang hanya 165 ribu barel per hari.
"Sebetulnya Indonesia dikarunia sumber energi lain seperti panas bumi yang konon mengandung sedikitnya 40 persen cadangan dunia ada di Indonesia," katanya.
Selain itu, pula energi matahari yang melimpah sepanjang tahun, juga energi batubara yang memiliki cadangan 40 kali lebih besar dibanding minyak, ditambah pula sumber energi baru seperti shale gas dan gas metana batubara yang cadangannya juga melimpah ruah, dan energi yang terbarukan dan bisa dikontrol produksinya seperti Biofuel dan Biodiesel.
(dnl/hen)










































