Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha mengatakan memang sudah seharusnya Pertamina beli langsung ke produsen minyak bukan melalui trader.
"Artinya Pertamina langsung berbisnis dengan perusahaan di negara yang memproduksi minyak, misal dengan perusahaan minyak Aljazair, itu sangat kami dukung," kata Satya kepada detikFinance, Kamis (10/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden bisa turut turun tangan membantu, namun bukan ke perusahaannya, tetapi langsung dengan presiden Aljazair," kata Satya.
Satya mengatakan, dengan bantuan presiden, kemungkinan besar juga bisa mendapatkan diskon besar pula negara produsen minyak, bahkan lebih besar dari pada diskon dari trader.
"Artinya seperti bisnis bilateral g to g (government to government) namun pada akhirnya yang bertindak Pertamina sendiri dengan perusahaan minyak negara produsen tersebut jadi tetap b to b (business to business). Bahkan bisa dapat diskon besar, karena presiden yang minta, tinggal bilang kita kan punya bisnis panjang beri diskon 10%," tutur Satya.
Jadi menurut Satya, jika itu dilakukan argumentasi pembelian minyak harus lewat trader agar dapat diskon bisa dipatahkan.
"Karena ini untuk membantu negara juga, karena beban anggaran keuangan makin berat hanya untuk membeli crude (minyak)," tandas Satya.
(rrd/dnl)











































