Tidak seperti pemerintah pusat yang ragu-ragu dan akhirnya tidak jadi. Pemerintah daerah di dua provinsi ini berani melakukan pembatasan konsumsi BBM subsidi karena terhimpit kuota BBM subsidi yang terbatas.
"Memang Pemda ini lebih gentle. Mereka sudah tahu jatah BBM subsidi makin tipis. Kalau tidak melakukan sesuatu maka jatah habis dan masyarakat yang terimbas," jelas Humas Pertamina untuk wilayah Kalimantan Bambang Irianto kepada detikFinance, Jumat (11/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Bambang, jika pembatasan ini tidak dilakukan, maka jatah BBM subsidi di daerah ini bakal habis sebelum tahun ini berakhir.
"Saat ini antrean di SPBU di Kalimantan sudah tidak ada. Tapi dua minggu lalu ada karena adanya penyesuaian kuota BBM subsidi di APBN-P 2012. Karena ada penyesuaian ini jadi pasokan terlambat," tutur Bambang.
Bambang tidak mau mempublikasikan kuota BBM subsidi Kalimantan tahun ini karena takut adanya spekulasi atau penimbunan BBM subsidi.
(dnl/hen)











































