Minyak mentah impor milik Pertamina sekitar 950 ribu barel dibajak perompak Somalia. Namun Pertamina tidak mengalami kerugian apa-apa karena minyak tersebut diasuransikan.
Demikian disampaikan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina M. Harun kepada detikFinance, Jumat (11/5/2012).
"Semua kargo dan semua kegiatan operasi kita dilindungi oleh asuransi," cetus Harun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kilang kita selalu ada back up dan kita sudah siapkan back up-nya," tutup Harun.
Di tempat terpisah, Deputi Direktur Perkapalan Pertamina Suhartoko mengatakan, pembajakan ini tidak merugikan Pertamina karena memang minyaknya baru dibayar apabila minyaknya telah sampai di tangan Pertamina.
"Ini juga tidak akan mengganggu pasokan minyak ke daerah-daerah," ujarnya.
Suhartoko mengatakan, nilai minyak tersebut mencapai US$ 130 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun.
Minyak mentah yang dibajak ini berjenis Azeri dari Azarbaijan. Minyak ini diimpor untuk tujuan Balikpapan.
"Ini tak akan mengganggu pasokan kaena Pertamina bisa langsung beli ke tempat lain seperti Saudi Aramco dan Korea," tegas Suhartoko.










































