Raja Minyak Saudi Turun Tangan, Minyak Dunia Turun ke US$ 111/Barel

Raja Minyak Saudi Turun Tangan, Minyak Dunia Turun ke US$ 111/Barel

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 14 Mei 2012 12:40 WIB
Raja Minyak Saudi Turun Tangan, Minyak Dunia Turun ke US$ 111/Barel
Singapura -

Harga minyak dunia kembali turun pada perdagangan di Asia, antara lain dipicu krisis utang Eropa dan intervensi yang dilakukan raja minyak Saudi Arabia.

Kontrak utama di New York untuk pengiriman minyak jenis West Texas Intermediate di Juni 2012 turun 84 sen ke US$ 95,29 per barel, sementara minyak jenis Brent North Sea berkurang 41 sen ke level US 111,85 per barel.

Situasi politik Yunani yang dikabarkan berniat keluar dari Uni Eropa membuat prospek penyelesaian krisisnya utangnya makin tidak jelas. Sentimen juga datang dari negara penghasil minyak terbesar Saudi Arabia yang meminta harga minyak diturunkan kembali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami perlu membawa harganya ke sekitar US$ 100. Saat ini masih terlalu tinggi," kata Menteri Perminyakan Saudi Arabia Ali al-Naimi kepada Dow Jones Newswires yang dikutip AFP, Senin (14/5/2012).

Harga yang dimaksud Ali al-Naimi itu adalah minyak jenis Brent yang paling aktif diperdagangkan secara internasional.

Ali al-Naimi juga mengatakan, stok minyak mentah global akan ditingkatkan dalam rangka antisipasi naiknya permintaan di bulan Juli, seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

"Sangat penting diketahui bahwa suplai hari ini sebanyak 1,3-1,5 juta barel per hari sesuai permintaan, dan ini masih bagus. Jumlah pasokan masih akan ditingkatkan lagi, sehingga bisa menenangkan negara-negara pembeli," kata al-Naimi.

Selain itu, krisis di Eropa yang berkepanjangan juga membuat harga minyak kembali tertekan. Para pelaku pasar terutama fokus ke situasi politik dan ekonomi Yunani.

"Seperti biasa, krisis Yunani tidak hanya menyorot satu negara di Eropa tetapi potensi penularannya ke berbagai negara anggota," kata Justin Harper, Analis Strategi Pasar IG Markets di Singapura.

"Spanyol, Italia dan Portugal juga menjadi sumber kekhawatiran," tambahnya.

(ang/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads